Kuliner Khas Rembang
Rembang merupakan daerah yang memiliki ragam kuliner khas pesisiran. Kuliner khas Rembang yang terkenal diantaranya sayur mrico, sego uduk, lontong Tuyuhan, urap latoh, sambel panggang, dumbeg dan sirup kawis. Ragam kuliner tersebut cukup mudah dijumpai di warung makan sepanjang jalan Pantura Rembang. Setiap masakan memiliki citarasa khas yang akan menggugah selera para penikmatnya.
Ragam kuliner Rembang tersebut dipengaruhi oleh ekologi, interaksi sosial, kreativitas masyarakat dan pasar. Pengaruh ekologi dapat mempengaruhi ragam kuliner Rembang dapat dilihat dipergunakannya bahan-bahan kuliner dari hasil alam laut dan alam diantaranya adalah ikan manyung, ikan bandeng, udang, teri dan rebon. Interaksi sosial masyarakat Rembang juga mempengaruhi ragam kuliner. Hal ini dapat dilihat adanya ragam rempah yang digunakan untuk membumbui masakan khas Rembang. Secara umum khas rempah Rembang adalah pedas dan asin yang menjadi karakter orang pesisir. Rempah-rempah yang digunakan dalam masakan khas Rembang tidak semuanya tersedia. Namun dengan pengaruh interaksi dengan masyarakat luar khususnya rempah merica cenderung menjadi kekhasan masakan pesisiran. Selain pengaruh dari potensi ekologi dan interaksi sosial, kuliner Rembang juga dipengaruhi oleh kreativitas masyarakat. Hal ini dapat dilihat munculnya sajian kuliner kekinian yang menjadi pelengkap kuliner klasik Rembang. Jika dahulu kuliner Rembang hanya terbatas pada sayur merico namun sekarang sajian kuliner itu semakin beragam. Hal ini bisa dilihat munculnya sajian kuliner sosis berbahan ikan, bakso berbahan ikan, tepung ikan yang menghiasi menu masakan kuliner yang dijajakan di Rembang. Dan yang terakhir adalah pengaruh pasar. Lokasi strategis yang membelah jalan Pantura dan menjadi kawasan penghubung dua propinsi besar yang berpengaruh di Nusantara telah menjadi pusat lintasan manusia, Rembang menjadi tempat singgah yang sangat menarik. Dari hal tersebut telah mendorong tumbuhnya pusat-pusat jajanan khas Rembang. Hal ini dapat dilihat mulai kawasan timur ada Sarang, Pandangan, Lasem, Rembang hingga Kaliori telah tumbuh lebih dari ratusan warung yang menjajakan kuliner khas Rembang. Dengan demikian maka cukup logis kuliner khas Rembang berkembang karena ditopang potensi ekologis, daya interaksi sosial, kreativitas masyarakat dan gerakan pasar.
Keragaman kuliner dikawasan pesisir Rembang secara umum dipengaruhi oleh 4 hal yaitu pengaruh ekologi, interaksi sosial, kreativitas masyarakat dan dukungan pasar. Perkembangan kuliner khas Rembang ini dapat dipacu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dengan selalu menjaga kualitas kuliner yang dijajakan, layanannya, keunikan sajiannya dan dukungan kebijakan. Dan kuliner khas Rembang ini dapat pesat lagi, ketika anak-anak muda Rembang mencintai produk khas Rembang. Selamat datang di kawasan pesisir Rembang. Selamat menikmati kuliner khas pesisiran Rembang. Salam Bandeng Mrico.
Penulis adalah Indarti PNH, Guru Sosiologi di SMA Negeri 1 Pamotan